RAKYATTAKALAR.ID Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kalampa 74.92243, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, masih mengular hingga Sabtu, (12/09/2026).
Antrean disebut telah berlangsung sejak malam sebelumnya. Hingga Sabtu pagi, kendaraan tampak memenuhi area pengisian. Pengendara harus menunggu dalam antrean panjang untuk mendapatkan BBM.
Di tengah kepadatan itu, aktivitas pengisian BBM ke dalam jeriken juga terlihat di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, seorang petugas SPBU tampak memegang nozzle pengisian BBM yang diarahkan ke sebuah jeriken berukuran sekitar lima liter. Pengisian dilakukan di sisi belakang sebuah mobil.
Beberapa orang terlihat berada di sekitar kendaraan sambil menyodorkan jeriken untuk diisi. Posisi pengisian berada di balik kendaraan sehingga aktivitas tersebut tidak secara langsung terlihat dari jalur antrean utama.
Pemandangan itu menjadi sorotan sejumlah pengendara. Mereka mempertanyakan pengisian BBM menggunakan jeriken ketika kendaraan lain masih harus mengantre berjam-jam.
Salah seorang pengendara mempertanyakan alasan petugas melayani pengisian jeriken di tengah situasi antrean yang panjang.
“Anehnya petugas seolah-olah sembunyi-sembunyi melakukan pengisian jeriken. Banyak masyarakat di lokasi SPBU yang membawa jeriken lima liter dalam kantongan,” ujar pengendara tersebut.
Ia juga mempertanyakan apakah pengisian itu dilakukan berdasarkan ketentuan tertentu atau ada pelayanan khusus bagi pihak tertentu.
“Di sini kita antre berjam-jam, panas-panasan. Tapi ada juga yang langsung diisikan jerikennya tanpa antre, bahkan terang-terangan di belakang mobil. Ini maksudnya apa? Apakah ini orang dalam atau kerja sama?” katanya.
Fenomena tersebut menambah sorotan terhadap kondisi pelayanan BBM di SPBU Kalampa. Sebab, di satu sisi masyarakat terlihat harus menghadapi antrean panjang, sementara di sisi lain pengisian menggunakan jeriken masih tampak berlangsung.
Namun, belum diketahui secara pasti peruntukan BBM yang dimasukkan ke dalam jeriken tersebut. Belum pula diperoleh penjelasan dari pihak SPBU mengenai dasar atau ketentuan pengisian BBM menggunakan jeriken dalam kondisi antrean panjang seperti yang terlihat pada Sabtu pagi.
RAKYATTAKALAR.ID masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pengelola SPBU Kalampa maupun pihak terkait mengenai aktivitas tersebut. (*)












