RAKYATTAKALAR.ID- Selama kurang lebih 10 tahun, bapak salam, 46 tahun, warga Dusun Lebbae, Desa Tonasa, Kec. Sanrobone hidup tanpa satu pun bantuan pemerintah. Padahal ia sudah berkali-kali didata.
“10 tahun. Dari SBY sampai sekarang. Tidak pernah. Sekali pun tidak,” tegasnya, Selasa 2 September 2026.
Daeng Situju tinggal di rumah papan 4×6 meter bersama istri dan 3 anak. Atap bocor, lantai tanah, dinding papan dan tidak ada MCK.
Setiap ada pendataan ia selalu lapor ke pemerintah desa. KTP dan KK sudah disetor. Tapi nama bapak salam tak pernah muncul di daftar penerima PKH, BPNT, BLT, BST, hingga bedah rumah.
“Yang dapat itu-itu saja. Yang punya motor, punya sawah luas. Saya yang cuma buruh bangunan malah tidak pernah,” katanya kecewa.
Warga lain di Dusun Lebbae juga mengalami hal serupa. Akses jalan rusak, air susah, tapi bantuan seperti tidak pernah “nyasar” ke dusun paling ujung ini.
“Petugas selalu datang mendata namun hingga kurang lebih 10 tahun kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun sampai saat ini,.(ujur bapak salam)
Bapak salam tidak butuh janji. Ia butuh bukti.
“Saya sudah cukup tua. Mau sampai kapan menunggu? Kalau negara masih anggap kami warga, buktikan. Jangan biarkan kami mati dalam kemiskinan tanpa pernah dibantu,” ucapnya.
Kasus ini menjadi cermin buruk terhadap dinas sosial serta pemerintah desa Tonasa orang bisa “hilang” selama 10 tahun, berapa banyak lagi warga lain yang bernasib sama?(*)












